Semester 1 saya gagal ikut coversation class di perpustakaan karena jadwalnya bentrok sama jadwal kuliah. Maka dari itu, saya bertekad untuk mencoba lagi keberuntungan saya di semester 2.
Awal semester 2 saya menjenguk perpustakaan, kira-kira masih ada atau nggak kelas latihan bahasa Inggris itu. Namun hasilnya nihil, pengumuman conversation class gak terpampang di sebelah manapun di perpustakaan.
Masuk kuliah pertama di awal semester, ternyata terindikasi kalau semester ini bakal padat sekali jadwal dan tugas-tugas kuliah. Alhasil, saya mengurungkan diri untuk mengikuti conversation class biar bisa konsen aja ke jadwal kuliah.
Jum'at kemarin ada kelas Business Leadership. Dan tahu kejutan apa yang saya dapat? Ternyata sang dosen mengajak semua muridnya untuk menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas.
"Meski celemotan atau kadang-kadang diselingi bahasa Indonesia, gak papa", gitu kira-kira kata beliau.
Alhamdulillah... Klo jodoh emang gak kemana. Akhirnya saya mendapatkan kelas bahasa Inggris saya :D
Today's Words
Every second is precious.
Semakin kita memiliki banyak waktu kosong, semakin besar godaan kita untuk menggunakan waktu kosong itu untuk hal-hal tidak bermanfaat. Untuk itu, selalu rencanakan waktumu dengan baik. Buat targetan-targetan sehingga seluruh kewajibanmu bisa terpenuhi dengan efisien dan efektif. (vina)
Semakin kita memiliki banyak waktu kosong, semakin besar godaan kita untuk menggunakan waktu kosong itu untuk hal-hal tidak bermanfaat. Untuk itu, selalu rencanakan waktumu dengan baik. Buat targetan-targetan sehingga seluruh kewajibanmu bisa terpenuhi dengan efisien dan efektif. (vina)
Selasa, 31 Januari 2012
Sabtu, 28 Januari 2012
Merantau
Kata ini terlintas jelas saat kepergian saya kembali ke kota Bandung setelah mudik liburan semester kemarin. Well.. menurutku, merantau adalah:
- Tinggal jauh dari orang tua dan keluarga inti
- Harus bisa hidup mandiri, tanpa keluarga inti
- Memperketat lagi pengeluaran, membuat buku kas, dan menulisinya setiap ada pengeluaran
- Mahal di ongkos! Ya biaya hidup, biaya komunikasi, dan biaya pulang kampung..
- Semakin bertambah rasa rindu dan cinta kita kepada keluarga inti
- Bertemu dan beradaptasi dengan "keluarga" baru di tanah rantau
- Beradaptasi dengan lingkungan baru
- Semakin sensitif perasaannya
- Punya banyak waktu lebih untuk diri sendiri
- Semakin banyak bersyukur kepada Allah, diluar sana ada "kehidupan" lain dari yang biasa kita dapati di lingkungan rumah kita. Bersyukur atas keindahan alam ciptaan Allah.. Bisa menikmati berbagai ciptaanNya.. ^^
Labels:
baiti jannati,
renungan
| Reactions: |
Selasa, 24 Januari 2012
Wake Up!
Mendengar suara anak-anak sekolahan yang riuh dari balik jendela.
Ya Ya.. It's not a dream..
I'm back in Bandung and today i have a schedule at campus..
Oow.... >.<
Kembali berjibaku dengan kuliah dan tugas-tugasnya.
Kembali merasakan begadang kala kuis tiba.
Yeahh., Okay, I'm ready for that!
So, cheer up and enjoy the days :D
Ya Ya.. It's not a dream..
I'm back in Bandung and today i have a schedule at campus..
Oow.... >.<
Kembali berjibaku dengan kuliah dan tugas-tugasnya.
Kembali merasakan begadang kala kuis tiba.
Yeahh., Okay, I'm ready for that!
So, cheer up and enjoy the days :D
Kamis, 19 Januari 2012
Masjid Syeikh Mahmuddin
Jika Anda sedang berada di Plaza Mulia Samarinda dan sudah masuk waktu sholat, ada baiknya Anda langsung menunaikan sholat di Masjid yang berada di lantai paling atas Plaza itu.
Kemarin sore kami sekeluarga pergi jalan-jalan ke Plaza Mulia. Menjelang maghrib, ayah mengajak kami ke masjid di plaza itu. Kata ayah, masjidnya besar dan sangat nyaman. Ternyata benar, masjidnya besar banget... Tempat penitipan sandalnya berupa rak-rak kaca yang tinggi dan besar. Masuk ke tempat wudhu khusus akhwat, akan didapati 2 buah cermin dan 2 buat toilet. Tempat wudhu akhwat sangat terjaga dari akses non akhwat (klo non akhwatnya gak nyasar lho ya..hehe..).
Diluar tempat wudhu ada arena bermain anak-anak lengkap dengan mainan khas anak TK berwarna-warni. Mungkin ini untuk memfasilitasi ibu-ibu (yang sedang tidak sholat) yang membawa anak-anak kecil, dan sedang menunggu ayahnya sholat. Daripada krucil-krucil itu mengganggu atau rewel..bermain adalah pilihan yang sangat menarik buat mereka :D Ini foto mainannya:
Setelah wudhu, masuk ke dalam bangunan utama masjid. Sebuah papan pengumuman terpampang di dinding depan masjid. Dari papan ini saya tahu kalau masjid juga digunakan untuk sholat Jum'at.
Kemarin sore kami sekeluarga pergi jalan-jalan ke Plaza Mulia. Menjelang maghrib, ayah mengajak kami ke masjid di plaza itu. Kata ayah, masjidnya besar dan sangat nyaman. Ternyata benar, masjidnya besar banget... Tempat penitipan sandalnya berupa rak-rak kaca yang tinggi dan besar. Masuk ke tempat wudhu khusus akhwat, akan didapati 2 buah cermin dan 2 buat toilet. Tempat wudhu akhwat sangat terjaga dari akses non akhwat (klo non akhwatnya gak nyasar lho ya..hehe..).
Diluar tempat wudhu ada arena bermain anak-anak lengkap dengan mainan khas anak TK berwarna-warni. Mungkin ini untuk memfasilitasi ibu-ibu (yang sedang tidak sholat) yang membawa anak-anak kecil, dan sedang menunggu ayahnya sholat. Daripada krucil-krucil itu mengganggu atau rewel..bermain adalah pilihan yang sangat menarik buat mereka :D Ini foto mainannya:
Arena Bermain Anak
Setelah wudhu, masuk ke dalam bangunan utama masjid. Sebuah papan pengumuman terpampang di dinding depan masjid. Dari papan ini saya tahu kalau masjid juga digunakan untuk sholat Jum'at.
Papan Pengumuman
Labels:
Islam,
travelling
| Reactions: |
Minggu, 15 Januari 2012
Sakit Itu Mahal
Sakit, menuju sehat itu mahal teman...
Sehari sebelum mudik, saya terkena demam. Badan panas yang diawali dengan radang tenggorokan.
Sampai di rumah, mama mengajak saya ke puskesmas karena panasnya gak turun-turun meski udah dikasih obat Decolgen. Dari puskesmas saya diberi 4 macam obat, gratis!
Namun ternyata obat gratisan itu gak mempan buat saya. Panas masih berlanjut sampai 3 hari setelah berobat. Sakit panas bertambah dengan batuk, pilek, dan sakit kepala. Astaghfirullah hal adzim... bener-bener menyiksa.. Saya khawatir kok panasnya gak ilang-ilang. Perasaan itu bertambah lebay saat saya merasakan nyeri-nyeri di ruas jari-jari tangan saya.
"Jangan-jangan chikungunya nih..",sambil mereka-reka ulang kemana saja saya selama ini sehingga bisa digigit oleh nyamuk chikungunya. Maklum, waktu itu di TV lagi ada berita orang yang terkena chikungunya karena banjir di sekitar rumahnya.
Lalu saya koar-koar di facebook "Sudah 4 hari panasnya gak turun-turun.. Apakah saya perlu tes darah??".
Alhamdulillah ada beberapa teman yang menanggapi. Yang paling menyita perhatian saya adalah 2 orang yang menyarankan saya untuk tidak tes darah dan memperbanyak minum air putih serta istirahat. Elaine bilang kalau panas yang saya rasakan adalah tanda bahwa serdadu-serdadu dalam badan saya sedang berjuang melawan virus penyakit flu (batuk, pilek..) Dan sakit kepala adalah efek dari panas yang saya rasakan. Klo tes darah untuk tipes, hasilnya baru akurat setelah dilakukan seminggu setelah panas masih ada di badan. Kalau tes darah untuk DBD? Well.. DBD gak pake batuk dan pilek..
Sehari sebelum mudik, saya terkena demam. Badan panas yang diawali dengan radang tenggorokan.
Sampai di rumah, mama mengajak saya ke puskesmas karena panasnya gak turun-turun meski udah dikasih obat Decolgen. Dari puskesmas saya diberi 4 macam obat, gratis!
Namun ternyata obat gratisan itu gak mempan buat saya. Panas masih berlanjut sampai 3 hari setelah berobat. Sakit panas bertambah dengan batuk, pilek, dan sakit kepala. Astaghfirullah hal adzim... bener-bener menyiksa.. Saya khawatir kok panasnya gak ilang-ilang. Perasaan itu bertambah lebay saat saya merasakan nyeri-nyeri di ruas jari-jari tangan saya.
"Jangan-jangan chikungunya nih..",sambil mereka-reka ulang kemana saja saya selama ini sehingga bisa digigit oleh nyamuk chikungunya. Maklum, waktu itu di TV lagi ada berita orang yang terkena chikungunya karena banjir di sekitar rumahnya.
Lalu saya koar-koar di facebook "Sudah 4 hari panasnya gak turun-turun.. Apakah saya perlu tes darah??".
Alhamdulillah ada beberapa teman yang menanggapi. Yang paling menyita perhatian saya adalah 2 orang yang menyarankan saya untuk tidak tes darah dan memperbanyak minum air putih serta istirahat. Elaine bilang kalau panas yang saya rasakan adalah tanda bahwa serdadu-serdadu dalam badan saya sedang berjuang melawan virus penyakit flu (batuk, pilek..) Dan sakit kepala adalah efek dari panas yang saya rasakan. Klo tes darah untuk tipes, hasilnya baru akurat setelah dilakukan seminggu setelah panas masih ada di badan. Kalau tes darah untuk DBD? Well.. DBD gak pake batuk dan pilek..
Labels:
aktifitas
| Reactions: |
Senin, 09 Januari 2012
Fireworks
Aku dikejutkan oleh suara petasan setelah sholat maghrib hari itu. Aku melongok keluar rumah melalui jendela kamar dan melihat ada bunga-bunga api menari didalam rumah tetangga depanku.
Setengah sadar aku mikir "Ni orang, masak nyalain mercon didalam rumah??"
Dan setelah full sadar, aku pun berteriak "Ma, stella tuh nyalain mercon didalam rumah!!", disambut larian mamaku keluar rumah setengah panik.
Aku jadi full panik saat ada yang berteriak "kebakaran..kebakaran..".
Sementara orang lain ada yang menyahut "siram pake air itu cepat..".
Yang terbayang olehku adalah ada bagian dari rumah itu yang terbakar dan harus segera dipadamkan. Aku mikir betapa jauhnya Pos Pemadam Kebakaran dari komplek rumahku ini. Trus rumah-rumah disini kan dempet-tempetan dinding. Cepet banget apinya menyebar kalau gak segera dipadamkan..
Sebelum panikku menjadi-jadi, ternyata orang depan rumah itu menarik kasur yang terbakar keluar rumahnya dan ada yang menyiram dengan air agar apinya padam.
"Fiuuhh..", leganya hatiku.. Cuma kasur yang terbakar..
Tapi ya lumayan..kejadian senja itu membuat seisi kampung keluar rumah dan memeriksa dimana suara ledakan berasal. Ternyata..ulah tetangga depan yang entah gimana caranya sampai-sampai menyalakan mercon didalam rumah..
Setengah sadar aku mikir "Ni orang, masak nyalain mercon didalam rumah??"
Dan setelah full sadar, aku pun berteriak "Ma, stella tuh nyalain mercon didalam rumah!!", disambut larian mamaku keluar rumah setengah panik.
Aku jadi full panik saat ada yang berteriak "kebakaran..kebakaran..".
Sementara orang lain ada yang menyahut "siram pake air itu cepat..".
Yang terbayang olehku adalah ada bagian dari rumah itu yang terbakar dan harus segera dipadamkan. Aku mikir betapa jauhnya Pos Pemadam Kebakaran dari komplek rumahku ini. Trus rumah-rumah disini kan dempet-tempetan dinding. Cepet banget apinya menyebar kalau gak segera dipadamkan..
Sebelum panikku menjadi-jadi, ternyata orang depan rumah itu menarik kasur yang terbakar keluar rumahnya dan ada yang menyiram dengan air agar apinya padam.
"Fiuuhh..", leganya hatiku.. Cuma kasur yang terbakar..
Tapi ya lumayan..kejadian senja itu membuat seisi kampung keluar rumah dan memeriksa dimana suara ledakan berasal. Ternyata..ulah tetangga depan yang entah gimana caranya sampai-sampai menyalakan mercon didalam rumah..
Labels:
aktifitas
| Reactions: |
Langgan:
Entri (Atom)

